Sunday, March 29, 2009

AJARI SEJAK DINI PADA ANAK TUK BERSIKAP JUJUR

Kita mungkin tak bisa berharap anak kita bisa menjadi ilmuwan hanya dalam waktu singkat, namun saya yakin kalau kita disini sepakat bahwa kita sangat berharap mereka dapat belajar untuk bersikap jujur dalam waktu cepat.

Namun seperti halnya membaca, bersikap juga jujur merupakan proses belajar, sehingga beberapa anak mampu belajar bersikap jujur lebih cepat dari anak lain.

Kebenaran adalah sesuatu yang abstrak, sehingga untuk mengetahui, mengerti dan memahami hal mana yang benar, anak kita harus dapat mengkategorikan sifat-sifat abstrak lainnya seperti berbohong, berkhayal atau mengada-ada, dan membesar-besarkan sesuatu.

Secara umum, hingga anak kita mencapai usia 10 tahun, alasan utama (jika tidak bisa dikatakan satu-satunya) yang membuat mereka berkata benar dan jujur ketika menghadapi persoalan adalah ketika mereka tahu atau berasumsi bahwa Anda akan lebih marah jika mereka berbohong. Di kemudian hari barulah mereka akan bisa belajar untuk bersikap jujur karena hal itulah yang benar dan sepatutnya mereka lakukan.

Satu cara yang paling efektif dalam mengajarkan kepada anak kita untuk bersikap jujur adalah dengan membiarkan mereka melihat Anda bersikap jujur, hindari berbohong kepada anak kita meskipun sekedar untuk menghentikan tangis mereka atau membujuk mereka dan memalingkan mereka dari sesuatu yang mereka minta saat anda belum bisa memenuhinya. Jangan mengingkari janji anda kepada mereka. Jangan meminta mereka untuk berkata kepada penelepon atau tamu bahwa anda sedang tidak ada di rumah ketika anda sedang enggan mengangkat telepon atau menemui tamu anda, dan kebohongan-kebohongan lainnya yang mungkin sepele kelihatannya di mata anda. Karena tanpa kita sadari hal itu akan melekat dalam diri anak.

Langkah lain dalam mengajari mereka bersikap jujur adalah dengan memuji anak kita ketika mengakui kesalahannya dan dengan tenang membantunya mencari solusinya. Hindari mendorong anak kita kepada situasi yang membuatnya merasa harus berbohong untuk menghindari rasa malu, rasa bersalah, rasa kehilangan kepercayaan, atau hukuman.

Perasaan selamat dan aman adalah insting dan motivasi yang kuat. Tunjukkan dan ajarkan kepada anak kita bahwa mereka akan aman dan selamat jika mengatakan kebenaran.

No comments: